DO’A SEORANG IBU
“O
|
h tuhan jadikan lah anaku orang yang sukses,
dan berbakti kepada nusa, bangsa, dan agama.” Terdengar tangisan dan lantunan
doa yang keluar dari bibir seorang ibu, yang memakai mukena di pojok kamar. “
Ibu ... Ibuu... kemana kau. Apa kau tuli,aku lapar Bu.” Teriak doni membukakan pintu kamar ibunya.
“Iya Nak ada apa,maap Ibu tadi sedang solat asar. Mengapa kau pulang sore?dari
mana saja kamu nak ?” ibu bertanya tanya terlihat dari raut wajahnya yang
sangat cemas itu . “Mau tau saja kau wanita tua, ini urusanku bukan urusanmu,cepatlah
aku mau makan aku lapar Bu.” Bentak doni terhadap Ibu nya. “Iya nak”. Tanpa ada
kata lagi Ibu melangkah ke dapur untuk mengambil nasi dan lauk pauk ke dapur.
“Bu
aku minta uang aku ingin pergi ke warnet.” Bentak Doni. “Ibu tak punya uang na”.”Lalu
itu apa Bu” Doni merebut uang dari tanganIbu nya.“Jangan Nak jangan itu uang
untuk membeli beras, Ibu mohon jangan ambil uang itu”. Doni menendang Ibu nya
sampai terjatuh di lantai,tanpa menghiraukan Ibu nya yang menangis d lantai Doni
pun pergi melangkah meninggalkan nya.
Terlihat
di teras depan rumah Doni berdiri seorang wanita tua yang terlihat cemas menunggu
kepulangannya,”kemana Doni sudah hampir jam 10 belum pulang juga” katanya
dengan cemas . Tak lama kemudian seorang peria yang berambut gondrong dengan
mengenakan baju hitam itu menghampiri Ibu nya. “Dari mana saja kau Nak dan apa
kau tidak tau sudah jam berapa ini? Tadi gurumu datang kerumah katanya kamu
tidak masuk sekolah lagi,lalu kemana kamu ?” lanjutnya Ibu bertanya.” Diam kau
Ibu , kamu tak perlu tau aku dari mana!!” bentak Doni sambil melangkahkan
kakinya menuju kamar.
Hingga tengah malam
tiba Ibu terbangun dan mengambil air wudu,untuk melaksanakan solat malam.
Lantunan doa yang di keluar dari mulut seorang wanita tua itu di temani tetesan
air mata yang tak mampu lagi untuk di tahan. “Ya Tuhan kuatkan lah hatiku ini dalam menghadapi semua cobaan, yakin kan
lah aku agar aku bisa mendidik anak semata wayangku dengan baik” Terdengar
suara rintihan do’a Ibu untuk seorang anak nya, tetesan air mata mengiringi do’a
sang Ibu.
Terdengar suara ayam berteriak seolah olah membangunkan sang surya . Ibu yg sedang membukakan tirai kamar dan mentari pagi menyoroti wajah Doni yg sedang terlelap tidur itu.
“Naa... Bangun Na.. ini sudah siang bukan kan kau hari ini sekolah?” terdengar suara lembut sang Ibu yg membangunkan Doni. “Apa apaan sih Bu inikan masih pagi!!” bentakan Boni yg seakan akan tak ingin bangkit dari tempat tidur nya. “Ayolah Naa .. ini sudah siang , Ibu buatkan sarapan untukmu” Doni pun bangun dengan muka yg kesal “iyaa iyaa bawel!!”
“Buuuu... Ibuuu... sarapan apa ini?!! Tempe lagi tempe lagi kalau gatempe pasti tahu, pantesan otak ibu gamaju maju orang setiap hari makan tempe tahu” dengan kesal Doni membantingkan piring dan beranjak pergi dari rumah untuk berangkat ke sekolah. “ Sabarkan dan kuatkan hati hambamu ini tuhan” Ibu membereskan semua beling yang tersebar di lantai.
Terdengar suara ayam berteriak seolah olah membangunkan sang surya . Ibu yg sedang membukakan tirai kamar dan mentari pagi menyoroti wajah Doni yg sedang terlelap tidur itu.
“Naa... Bangun Na.. ini sudah siang bukan kan kau hari ini sekolah?” terdengar suara lembut sang Ibu yg membangunkan Doni. “Apa apaan sih Bu inikan masih pagi!!” bentakan Boni yg seakan akan tak ingin bangkit dari tempat tidur nya. “Ayolah Naa .. ini sudah siang , Ibu buatkan sarapan untukmu” Doni pun bangun dengan muka yg kesal “iyaa iyaa bawel!!”
“Buuuu... Ibuuu... sarapan apa ini?!! Tempe lagi tempe lagi kalau gatempe pasti tahu, pantesan otak ibu gamaju maju orang setiap hari makan tempe tahu” dengan kesal Doni membantingkan piring dan beranjak pergi dari rumah untuk berangkat ke sekolah. “ Sabarkan dan kuatkan hati hambamu ini tuhan” Ibu membereskan semua beling yang tersebar di lantai.
Lonceng
berbunyi seakan menyambut Doni di sekolah, pak satpam pun segera menutup gerbang sekolah. “Doni ikut ibu
ke kantor” terdengar suara Bu Tina dari belakang. “Baik Bu”. Doni mulai
mengikuti Bu Tina menuju kantor. “ Dari mana saja kamu Don sudah dua hari kamu
tidak masuk sekolah, bahkan kemarin Ibu kerumah mu,tetapi Ibu mu bilang kau
berangkat sekolah”.Tanya Bu Tina ingin tau.
“Aku.. Aku .. Aku pergi ke warnet Bu” jawab Doni
dengan jujur.
“Apa kamu tidak tau kemaren itu ulangan
matematika,sekarang Ibu memberimu peringatan bila suatu saat nanti kamu bolos
lagi Ibu tidak akan segan untuk mengeluarkan mu dari sekolah ini “ Bu Tina
menasehati Doni.
Masih
terdengar suara jangkrik di malam itu,Doni melangkah menuju rumah,ia pun
melempar tasnya ke atas kasur “huuft...
Cape sekali,Ibu kemana ya”. Seruunya dalam hati. “Ibuu...... Ibuuuuuuu..
kemana sih”teriak doni. “Iya nakk ada apa?.” Bu melangkah menuju Doni dengan
rasa sakit di kepalanya. “Maap nak Ibu rasa kepala Ibu mulai pusing,mungkin
penyakit Ibu kambuh lagi, bisa kau bantu Ibu untuk membelikan obatnya ke apotek,
karena obat ibu sudah habis.” Ibu memohon dengan rasa sakit di kepalanya. “Apa
kau tidak tau Bu,Doni cape baru pulang! Ngerti lah sebaiknya Ibu buatkan
makanan untuku bukan menyuruhku,tugasku hanya belajar bukan untuk di suruh”.
“Ibu mohon Nak Ibu minta tolong kali ini saja”. Ibu memohon kepada doni. Doni
menghiraukan Ibu nya tanpa memperdulikan kesakitan yang sedang Ibu nya rasakan.
Rintikan
hujan dan gemuruh petir yang saling bergantian,menambah dinginnya suasana malam
itu. “Apa semua yang telah Aku lakukan salah terhadap Ibu,aku harus meminta
maap padanya” Entah mengapa perasaan Doni pada saat itu ingin sekali melihat ke
kamar Ibu, Doni pun berjalan menuju kamar Ibu nya.“ Terdengar lantunan ayat ayat al-Quran keluar
dari mulut wanita tua yang sedang berbaring lemah dan merasakan sakit di atas
kasur yang lusuh itu. “Ibuuu... Ibuu.. Ibu kenapa.. ?”teriak Doni kaget . Lalu
Doni memanggil Dokter untuk memeriksa keadaan Ibu nya. “Ada apa dengan Ibu Dok?
Apa Ibu ku baik baik saja ?” tanya Doni
penasaran. “Penyakit Ibu mu kambuh lagi,dan ia telat untuk memakan obat nya.
Dan sebaiknya Ibu mu jangan banyak bekerja ,Ibu mu perlu istirahat yang
cukup”jelas dokter.
“Maapkan
doni Bu,doni sadar selama ini yang Doni lakukan tidak baik. Doni janji akan
nurut sama Ibu,Doni juga akan belajar dengan baik agar Doni sukses dan bisa
membahagiakan ibu” Doni menangis memohon maap kepada Ibu nya,Doni pun mencium
kaki ibu nya. “ Iya nak ibu sudah memaapkanmu”. Ibu sangat terharu melihat anak
nya yang berubah. Doni memeluk erat sang
Ibu.
TAMAT_





