SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA
Mentari
tersenyum ceria. Burung pun ikut bernyanyi tuk menyambut hari”Selamat pagi Cucu
ku” ucap Nenek membukakan gordeng kamar
Indah.Bertapa besarnya kasih sayang nenek terhadap Indah,dari sejak Indah kecil
memang ia lebih dekat dengan sosok Nenek di banding dengan orang tuanya sendiri,sejak
kecil ia telah di rawat dan di besarkan oleh Neneknya.
” Bangun Cucuku,Nenek sudah
menyiapkan sarapan untukmu” bujuk nenek ,berusaha untuk membangunkan Indah kembali. “Iya, Nek” Indah pun beranjak dari
tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.
Selesai sarapan bersama Nenek,
Indah segera membantunya menyuci piring.setelah itu, Nenek pun mengajak Indah
ke kebun belakang untuk menanam sayuran,itulah kebiasaan Nenek saat Indah sedang libur sekolah, mengajak Indah berkebun
. “Sini Cu lihatlah wortel wortel ini dua hari lagi wortel ini sudah siap
panen”. Nenek memanggil Indah untuk menunjukan wortel wortelnya,Indah pun menghampiri
Nenek . “Benarkah Nek ? asik berarti
kita bisa memanennya dan mengolahnya menjadi sayurran untuk makan kita “. Seru
Indah. ”Tentu saja Cu,Nenek akan memasaknya untukmu” senyum tipis pun keluar
dari raut wajah Nenek.
Saat hari menjelang sore,Indah
dan Nenek pun berajak untuk mandi. Lalu Indah dan Nenek duduk di depan televisi mengobrol dan bercanda
bersama.”Nek mengapa Ibu dan Ayah selalu sibuk dan tak pernah ada waktu sedikit
pun untuk ku ? bahkan mengajak ku mengobrol pun tak pernah mereka sempatkan ”
tanya Indah dengan penuh harapan. “Sabar cu orang tuamu sangat
menyayangimu,buktinya buat apa mereka bekerja banting tulang sampai larut malam,
itu semua untuk memenuhi segala keperluanmu dan untuk memberimu makan,suatu saat
pasti Ibu dan Ayah mu akan menyisakan waktunya untuk bersamamu”.Jawab
Nenek”mungkin”jawab Indah singkat,Indah
pun berjalan menuju kamar tanpa memperdulikan Neneknya.
Kringg..kring....... Alarem
jam Indah pun berbunyi ,”kok Nenek tidak membangunkan ku?biasanya Nenek
membangunkan ku dan mengucapkan selamat pagi?apa yang terjadi dengan Nenek”.
Seru Indah dalam hatinya.
Ia pun beranjak dari kamar untuk mencari
Nenek dan memastikan Nenek tidak kenapa kenapa. “Nek.. Nek.. Apa kau baik baik
saja “. Taada jawaban sedikitpun dari Nenek ,lalu Indah pun terus mencari Nenek
kemana mana dan ia pun menemukan Nenek
sedang pingsan di atas lantai dekat kamar mandi.
“Tolongg...tolongg.... “ Teriak Indah meminta
tolong .Tiba tiba ada pak Tarjo dia adalah seorang penjual nasi goreng di dekat rumahku. “Ada apa Neng? Nyonya
kenapa?”tanya pak Tarjo”. Aku pun tak tau nenek kenapa, aku melihat nenek sudah
tergeletak di lantai “. Kmudian \ Indah menelepon Dokter Firman untuk memeriksa
keadaan Nenek nya.
“ Dok apa Nenekku baik baik
saja ? tanyaku dengan penuh rasa cemas”. “ Tenang nenek mu hanya kurang
istirahat,apa saya bisa bicara dengan orang tuamu”. Tanya dokter “Orang tua ku
? orang tua ku sedang sibuk bekerja”. Jawabnya “ Ohh,baiklah saya pulang dulu,
jaga Nenek mu ya jangan lupa obatnya di makan”. Nenek pun mulai sadar.
“Nekk.. nenek sudah sadar,sukurlah Indah cemas
sekali setelah melihat nenek tergeletak di lantai? Indah takut kalo nenek
kenapa kenapa dan meninggalkan Indah “. Katanya indah dengan cemas “Sudahlah
Cu,Nenek tidak apa apa sebaiknya kau pergi sekolah ,bukankah hari ini ada ulangan,jangan
lupa buat Nenek bangga bawa lah hasil ulangan mu itu dengan nilai yang bagus”.
“baiklah Nek kalau Nenek memaksa,Indah
janji akan membawakan nilai ulangan yang paling baik”.Indah pun dengan berat
hati melangkah meninggalkan Nenek yang sudah tua dan rapuh untuk pergi sekolah.
Seorang
gadis mengenakan seragam putih biru telah tiba di depan gerbang,dan
melangkahkan kakinya ke dalam kelas. Indah tiba di kelas ia pun di sambut ceria
oleh teman teman yg sangat baik padanya.” Hay.. Indah apakah kamu sudah siap
untuk ulangan hari ini” terdengar sapaan gadis kecil di belakang bangku
Indah,melainkan ia adalah Nina teman baik Indah.” Tentu saja aku siap”jawab Indah
tersenyum kecil. “Nih,aku bawa oleh oleh
ini dari bandung special buat kamu dan nenekmu” .
Di saat percakapan antara
Indah dan Nina, bu Ratna pun masuk untuk
membagikan kertas berisi lembaran soal yang akan di jawab oleh semua siswa , 45
menit pun berlalu indah menyelesaikan satu demi satu semua soal tanpa ada rasa
sulit menjawab soal itu sedikit pun .
Detik demi detik menit demi
menit Indah duduk tak sabar menunggu dirinya di panggil untuk mengambil hasil
ulangan yang telah ia jawab dengan penuh semangat, ia melajukan langakah nya
kedepan dan siap untuk melihat nilai ulangannya.
Indah pun melihat hasilnya tak sampai hati Indah sangat bahagia dia mendapatkan
nilai yang sangat bagus dan bisa dibilang hampir sempurna tersirat dari wajah
gadis yang manis itu kebahagiaan yang tidak bisa di sembunyikan dan dia pun tak
sabar ingin pulang untuk memperlihatkan hasil ulangan itu kepada Neneknya.
Ketika senja tak lagi mampu
bertahan,meninggalkan bumi dalam kegelapan memaksa sang surya untuk menutup
hari. Mengukir sepenggal kisah dalam pelupuk mata menyiratkan keindahan yang
palsu, keindahan yang hanya terlukis kala mentari mulai menyingsing dan
berakhir kala sang surya tenggelam di ufuk barat.
Hari yang indah di sekolah,seakan begitu
cepat berlalu keindahan dan kebahagiaan nya seakan lenyap terbawa angin seakan
Indah tiba di rumah. Bergantikan dengan suasana kesedihan dan duka.
“Neeenneeeekkkkkkkkkkkk...........”. Air mata pun membasahi pipinya,Indah
tak mampu lagi untuk menahan semua rasa kesedihan yang saat ini ia alami. Raga
dan jiwa Indah pun tergulai lemas tak berdaya , seakan akan ia terhanyut dalam
mimpi buruk. Di depan Indah terbujur kaku tak bernyawa melihat seorang wanita
tua yang ia kasihi dan sayangi , telah hilang di muka bumi ini , langkah nya
yang pelan menghampiri wanita tua tak lain nenek Indah yg berati bagi Indah
,air mata pun mengalir tanpa henti membasahi lembaran soal yg tadinya ia
banggakan kini telah basah oleh guyuran air matanya.
“Nenek kenapa kau pergi? Oh tuhan kenapa kau ambil Nenek ku ? kini aku harus bagaimana lagi, sungguh tuhan tidak adil pada ku” Ucap Indah “ Indahhh ini semua takdir, kau jangan menyalahkan takdir ,kita semua pasti kembali padanya,! Ibu janji akan memberikan waktu untukmu dan akan menghabisan hari hari ibu dari mulai hari ini besok dan seterusnya untuk bersamamu . “Terdengar dari sudut pintu, suara wanitaa muda yang melainkan iya adalah Ibu Indah,wanita itu memeluk Indah dengan wajah teruai air mata .
“Nenek kenapa kau pergi? Oh tuhan kenapa kau ambil Nenek ku ? kini aku harus bagaimana lagi, sungguh tuhan tidak adil pada ku” Ucap Indah “ Indahhh ini semua takdir, kau jangan menyalahkan takdir ,kita semua pasti kembali padanya,! Ibu janji akan memberikan waktu untukmu dan akan menghabisan hari hari ibu dari mulai hari ini besok dan seterusnya untuk bersamamu . “Terdengar dari sudut pintu, suara wanitaa muda yang melainkan iya adalah Ibu Indah,wanita itu memeluk Indah dengan wajah teruai air mata .
Air mata Indah pun enggan
berhenti mengalir membasahi pipinya.”Benarkah
Bu?” tanya Indah, mengahapus air mata di pipinya“. Iyaa sayaang kini Ibu sadar
akan semua ini , Ibu sayang sekali sama Indah Ibu akan lakukan apa pun agar Indah
bahagia”. Indah pun memeluk erat Ibunya.
Indah terhibur akan hal ini , namun kesedihanya kehilangan Nenek nya belum
pudar namun karna Indah mengerti Indah
berhenti menangis dan setiap sholat Indah mengulurkan tangan halus nya untuk
berdo’a demi menghadiahi Neneknya yang ia harap bisa bahagia di alam sana .kini
indah telah mendapatkan apa yang di
harapkannya.
_SELESAI_





