Senin, 28 Oktober 2013

Cerpen




SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA



Mentari tersenyum ceria. Burung pun ikut bernyanyi tuk menyambut hari”Selamat pagi Cucu ku” ucap Nenek  membukakan gordeng kamar Indah.Bertapa besarnya kasih sayang nenek terhadap Indah,dari sejak Indah kecil memang  ia lebih dekat dengan sosok  Nenek di banding dengan orang tuanya sendiri,sejak kecil ia  telah di rawat  dan di besarkan oleh Neneknya.
” Bangun Cucuku,Nenek sudah menyiapkan sarapan untukmu” bujuk nenek ,berusaha untuk membangunkan Indah  kembali. “Iya, Nek” Indah pun beranjak dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.
Selesai sarapan bersama Nenek, Indah segera membantunya menyuci piring.setelah itu, Nenek pun mengajak Indah ke kebun belakang untuk menanam sayuran,itulah kebiasaan Nenek  saat Indah  sedang libur sekolah, mengajak Indah berkebun . “Sini Cu lihatlah wortel wortel ini dua hari lagi wortel ini sudah siap panen”. Nenek memanggil Indah untuk menunjukan wortel wortelnya,Indah pun menghampiri Nenek  . “Benarkah Nek ? asik berarti kita bisa memanennya dan mengolahnya menjadi sayurran untuk makan kita “. Seru Indah. ”Tentu saja Cu,Nenek akan memasaknya untukmu” senyum tipis pun keluar dari raut wajah Nenek.
Saat hari menjelang sore,Indah dan Nenek pun berajak untuk mandi. Lalu Indah dan Nenek  duduk di depan televisi mengobrol dan bercanda bersama.”Nek mengapa Ibu dan Ayah selalu sibuk dan tak pernah ada waktu sedikit pun untuk ku ? bahkan mengajak ku mengobrol pun tak pernah mereka sempatkan ” tanya Indah dengan penuh harapan. “Sabar cu orang tuamu sangat menyayangimu,buktinya buat apa mereka bekerja banting tulang sampai larut malam, itu semua untuk memenuhi segala keperluanmu dan untuk memberimu makan,suatu saat pasti Ibu dan Ayah mu akan menyisakan waktunya untuk bersamamu”.Jawab Nenek”mungkin”jawab Indah  singkat,Indah pun berjalan menuju kamar tanpa memperdulikan Neneknya.
Kringg..kring....... Alarem jam Indah pun berbunyi ,”kok Nenek tidak membangunkan ku?biasanya Nenek membangunkan ku dan mengucapkan selamat pagi?apa yang terjadi dengan Nenek”. Seru Indah dalam hatinya.
Ia pun beranjak dari kamar untuk mencari Nenek dan memastikan Nenek tidak kenapa kenapa. “Nek.. Nek.. Apa kau baik baik saja “. Taada jawaban sedikitpun dari Nenek ,lalu Indah pun terus mencari Nenek kemana mana dan  ia pun menemukan Nenek sedang pingsan di atas lantai dekat kamar mandi.
 “Tolongg...tolongg.... “ Teriak Indah meminta tolong .Tiba tiba ada pak Tarjo dia adalah seorang penjual nasi goreng di  dekat rumahku. “Ada apa Neng? Nyonya kenapa?”tanya pak Tarjo”. Aku pun tak tau nenek kenapa, aku melihat nenek sudah tergeletak di lantai “. Kmudian \ Indah menelepon Dokter Firman untuk memeriksa keadaan Nenek nya.
“ Dok apa Nenekku baik baik saja ? tanyaku dengan penuh rasa cemas”. “ Tenang nenek mu hanya kurang istirahat,apa saya bisa bicara dengan orang tuamu”. Tanya dokter “Orang tua ku ? orang tua ku sedang sibuk bekerja”. Jawabnya “ Ohh,baiklah saya pulang dulu, jaga Nenek mu ya jangan lupa obatnya di makan”. Nenek pun mulai sadar.
 “Nekk.. nenek sudah sadar,sukurlah Indah cemas sekali setelah melihat nenek tergeletak di lantai? Indah takut kalo nenek kenapa kenapa dan meninggalkan Indah “. Katanya indah dengan cemas “Sudahlah Cu,Nenek tidak apa apa sebaiknya kau pergi sekolah ,bukankah hari ini ada ulangan,jangan lupa buat Nenek bangga bawa lah hasil ulangan mu itu dengan nilai yang bagus”.
“baiklah Nek kalau Nenek memaksa,Indah janji akan membawakan nilai ulangan yang paling baik”.Indah pun dengan berat hati melangkah meninggalkan Nenek yang sudah tua dan rapuh untuk pergi sekolah.
        Seorang gadis mengenakan seragam putih biru telah tiba di depan gerbang,dan melangkahkan kakinya ke dalam kelas. Indah tiba di kelas ia pun di sambut ceria oleh teman teman yg sangat baik padanya.” Hay.. Indah apakah kamu sudah siap untuk ulangan hari ini” terdengar sapaan gadis kecil di belakang bangku Indah,melainkan ia adalah Nina teman baik Indah.” Tentu saja aku siap”jawab Indah tersenyum kecil.  “Nih,aku bawa oleh oleh ini dari bandung special buat kamu dan nenekmu” .
Di saat percakapan antara Indah dan Nina, bu Ratna pun masuk  untuk membagikan kertas berisi lembaran soal yang akan di jawab oleh semua siswa , 45 menit pun berlalu indah menyelesaikan satu demi satu semua soal tanpa ada rasa sulit menjawab soal itu sedikit pun .
Detik demi detik menit demi menit Indah duduk tak sabar menunggu dirinya di panggil untuk mengambil hasil ulangan yang telah ia jawab dengan penuh semangat, ia melajukan langakah nya kedepan dan siap  untuk melihat nilai ulangannya. Indah pun melihat hasilnya tak sampai hati Indah sangat bahagia dia mendapatkan nilai yang sangat bagus dan bisa dibilang hampir sempurna tersirat dari wajah gadis yang manis itu kebahagiaan yang  tidak bisa di sembunyikan dan dia pun tak sabar ingin pulang untuk memperlihatkan hasil ulangan itu kepada Neneknya.
Ketika senja tak lagi mampu bertahan,meninggalkan bumi dalam kegelapan memaksa sang surya untuk menutup hari. Mengukir sepenggal kisah dalam pelupuk mata menyiratkan keindahan yang palsu, keindahan yang hanya terlukis kala mentari mulai menyingsing dan berakhir kala sang surya tenggelam di ufuk barat.
Hari yang indah di sekolah,seakan begitu cepat berlalu keindahan dan kebahagiaan nya seakan lenyap terbawa angin seakan Indah tiba di rumah. Bergantikan dengan suasana kesedihan dan duka.  
         “Neeenneeeekkkkkkkkkkkk...........”. Air mata pun membasahi pipinya,Indah tak mampu lagi untuk menahan semua rasa kesedihan yang saat ini ia alami. Raga dan jiwa Indah pun tergulai lemas tak berdaya , seakan akan ia terhanyut dalam mimpi buruk. Di depan Indah terbujur kaku tak bernyawa melihat seorang wanita tua yang ia kasihi dan sayangi , telah hilang di muka bumi ini , langkah nya yang pelan menghampiri wanita tua tak lain nenek Indah yg berati bagi Indah ,air mata pun mengalir tanpa henti membasahi lembaran soal yg tadinya ia banggakan kini telah basah oleh guyuran air matanya.
        “Nenek kenapa kau pergi? Oh tuhan kenapa kau ambil Nenek ku ? kini aku harus bagaimana lagi, sungguh tuhan tidak adil pada ku” Ucap Indah  “ Indahhh ini semua takdir, kau jangan menyalahkan takdir ,kita semua pasti kembali  padanya,! Ibu janji akan memberikan waktu untukmu dan akan menghabisan hari hari ibu dari mulai hari ini besok dan seterusnya untuk bersamamu . “Terdengar dari sudut pintu, suara wanitaa muda yang melainkan iya adalah Ibu Indah,wanita itu memeluk Indah dengan wajah teruai air mata .
Air mata Indah pun enggan berhenti mengalir  membasahi pipinya.”Benarkah Bu?” tanya Indah, mengahapus air mata di pipinya“. Iyaa sayaang kini Ibu sadar akan semua ini , Ibu sayang sekali sama Indah Ibu akan lakukan apa pun agar Indah bahagia”.  Indah pun memeluk erat Ibunya. Indah terhibur akan hal ini , namun kesedihanya kehilangan Nenek nya belum pudar  namun karna Indah mengerti Indah berhenti menangis dan setiap sholat Indah mengulurkan tangan halus nya untuk berdo’a demi menghadiahi Neneknya yang ia harap bisa bahagia di alam sana .kini indah telah  mendapatkan apa yang di harapkannya.

_SELESAI_